Ketua DPW PKS : Kemenangan itu Harus Dijemput

Ketua DPW PKS Bandar Lampung-9silsilah. com- Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Lampung menggelar Apel Siaga Pemenangan Pemilu 2024 serentak di 15 kabupaten/kota se provinsi Lampung, Minggu (19/3). Apel siaga dihadiri sekitar 6000-an pengurus, anggota dan bakal calon anggota dewan PKS.

Ketua DPW PKS Lampung Ahmad Mufti Salim, yang hadir di Apel Siaga Kabupaten Lampung Tengah, dalam arahannya mengatakan, bahwa Pemilu 2024 tepatnya tanggal 14 Februari 2024 mendatang tinggal 333 hari lagi.

Maka dari itu, Mufti meminta seluruh pengurus, anggota dan bakal calon anggota dewan PKS untuk berjuang dengan sepenuh tenaga dan sumber daya. Kemenangan harus diraih dengan pengorbanan, karena kemenangan tidak akan mendatangi orang yang santai atau bertopang dagu saja.

“Perjuangan pasti berhimpitan dengan pengorbanan. Sebab itu kemenangan harus dijemput, tidak ditunggu apalagi sambil bertopang dagu. Jangan sampai kita menyesal setelah tanggal 14 Februari 2024 karena hari-hari ini tak serius menjemput kemenangan dengan perjuangan dan pengorbanan,” tegas Mufti.

Mufti juga memberikan beberapa pesan kepada seluruh pengurus partai, anggota dan bakal calon anggota dewan dalam Apel Siaga tersebut. Pertama, Mufti meminta semua elemen partai baik pengurus, anggota, simpatisan dan bakal calon anggota dewan untuk produktif dalam menghasilkan beragam ide dan gagasan yang mampu menggerakan masyarakat untuk mencintai dan memilih PKS atau Caleg-caleg PKS serta Capres usungan PKS Anies Rasyid Baswedan.

Kedua, seluruh elemen pemenangan kompak dan solid pada Allah SWT. Karena kemenangan merupakan hak prerogatif Allah SWT.

“Jadikan kita pantas dihadapan Allah SWT sebagai pemenang. Kemudian, kompak dan solidlah bersama masyarakat. Karena, kebahagiaan masyarakat dan senyum masyarakatlah orientasi pelayanan kita,” kata Mufti.

Terakhir, Mufti berpesan agar seluruh anggota PKS dan bakal calon anggota dewan PKS santun dalam bersikap, santun dalam berinteraksi dan berkomunikasi. Tidak hanya dengan masyarakat, bahkan dengan kompetitor.

“Kita wajib santun. Gunakan rumus 3A (Adem, Akur dan Asyik) dalam berkomunikasi, baik komunikasi secara langsung atau tatap muka, maupun komunikasi tak langsung melalui beragam media seperti whatsapp, sms atau media sosial. Adem, menenangkan dan menentramkan, tidak frontal jika berbeda pendapat. Akur, penuh persaudaraan dan menyatukan. Asyik, menciptakan kenyamanan,” pungkas Mufti.

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *