DPRD minta Pemkot Bandarlampung jaga ketahanan pangan

Bandarlampung-9silsilah.com-Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bandarlampung meminta pemerintah kota setempat ikut menjaga ketahanan pangan, terutama saat harga beras di daerah itu mulai naik.

“Kami berharap pemerintah mampu menjaga ketahanan pangan khususnya di Kota Bandarlampung,” kata anggota DPRD Kota Bandarlampung, Agus Djumadi, di Bandarlampung, Senin.

Dia menilai kenaikan harga beras yang tinggi di pasar sangat berdampak pada ekonomi masyarakat menengah ke bawah dalam memenuhi kebutuhannya.

“Kami mempertanyakan langkah-langkah Dinas Ketahanan Pangan Kota Bandarlampung untuk mengatasi hal tersebut. Sebab saat ini, Indonesia secara umum mengalami kemarau panjang akibat dampak El Nino yang mempengaruhi harga beras di pasaran sebagai imbas dari musim tanam yang tertunda,” kata dia.

Selain itu, ia juga meminta Pemkot Bandarlampung dapat melakukan respons cepat terhadap warga yang mengalami kesulitan air karena terdampak El Nino.

“Tentunya juga kesulitan air di fenomena El Nino saat ini dan harus segera ditangani,” kata dia.

Salah satu pedagang beras di Pasar Tugu Kota Bandarlampung Robert, mengaku harga beras naik sejak bulan Agustus 2023.

“Harga beras naik, beda-beda tergantung merek. Naiknya bertahap, Rp100-Rp200 per kilogram, tidak langsung melonjak,” kata dia.

Dia mengungkapkan bahwa harga beras naik akibat pasokan berkurang dan tingginya harga gabah. Bahkan beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) yang diperoleh dari badan urusan logistik (Bulog) juga mengalami kenaikan harga.

“Dari Bulog HET-nya Rp10.900 per kilogram berubah dari Rp9.450 per kilogram,” kata Robert.

Dia mengaku beras medium yang diperolehnya dari Bulog sejak bulan Agustus kemarin mencapai 3-4 ton, dimana jumlah tersebut mengalami peningkatan dibandingkan hari biasanya sebelum fenomena El Nino.

“Dulu orang tidak mau ambil beras Bulog, cuma orang-orang tertentu, kalau sekarang justru incar beras Bulog,” kata dia.

 Sementara itu, Perum Bulog Kantor Wilayah Lampung telah melaksanakan penyaluran bantuan sosial beras kepada 830.789 keluarga penerima manfaat (KPM) di daerahnya.

Pelaksana Tugas (Plt) Pimpinan Perum Bulog Kanwil Lampung Nurman Susilo  mengatakan Perum Bulog Kanwil Lampung melakukan distribusi perdana beras Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) dalam rangka penyaluran bantuan pangan beras tahap II di daerahnya.

“Bantuan beras  sudah disalurkan bagi 830.789 keluarga penerima manfaat (KPM) yang ada di 15 kabupaten dan kota se-Provinsi Lampung pada hari ini,” katanya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *